Seorang ayah di Amerika Serikat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghidupkan gambar buatan tangan anaknya yang berusia lima tahun. Proyek sederhana ini memicu kreativitas sang anak dan menarik perhatian komunitas online.



Dengan bantuan ChatGPT dan alat AI visual seperti DALL·E, pria bernama Jordan Stone mengunggah gambar makhluk imajinatif yang digambar anaknya, kemudian mengubahnya menjadi versi digital yang tampak nyata. Hasilnya: karakter fiksi dari krayon kini tampil seperti tokoh film animasi.
“Dengan sedikit bantuan dari AI, gambar anak saya menjadi hidup,” ujar Stone dalam unggahan viral di platform X (dulu Twitter). “Sekarang dia terus menggambar setiap hari karena ingin tahu seperti apa makhluknya jika ‘dihidupkan’.”
Prosesnya melibatkan deskripsi visual dari gambar anak, yang kemudian diinterpretasikan oleh ChatGPT untuk menghasilkan prompt bagi generator gambar AI. Tools seperti DALL·E atau Midjourney lalu menciptakan visual realistis berdasarkan input tersebut.
Fenomena ini menyoroti cara AI bisa dimanfaatkan untuk mendorong kreativitas anak-anak, bukan hanya dalam bentuk hiburan tetapi juga pendidikan. Banyak pengguna daring memuji pendekatan ini sebagai bentuk “kolaborasi antargenerasi dengan bantuan teknologi.”
Beberapa pakar menyambut baik tren ini, meski tetap mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua. “AI bisa jadi alat belajar yang luar biasa, selama digunakan secara bijak dan dengan pengawasan,” kata Dr. Lena Park, peneliti teknologi pendidikan dari Stanford University.
Proyek ini menjadi bukti bahwa AI tidak hanya berdampak pada industri dan bisnis, tetapi juga pada hubungan keluarga dan perkembangan anak. Stone mengatakan ia akan terus mendokumentasikan karya anaknya sebagai “kenang-kenangan digital masa kecil dengan sentuhan masa depan.”