Google resmi memperkenalkan ASTRA, proyek AI asisten generasi baru yang dirancang untuk memahami konteks percakapan dan bertindak layaknya pendamping digital cerdas. Dikembangkan oleh DeepMind, ASTRA disebut-sebut sebagai langkah terdepan dalam persaingan teknologi asisten suara, melampaui kemampuan Alexa dan Siri.
ASTRA merupakan bagian dari visi Google dalam membangun “universal AI agent” yang dapat mengakses, memahami, dan merespons informasi dari berbagai sumber dengan konteks yang kaya. Dengan mengandalkan kemampuan multimodal Gemini 1.5, ASTRA mampu mengenali teks, gambar, suara, bahkan elemen lingkungan secara real-time.
Berbeda dari asisten digital konvensional, ASTRA dapat membuka dokumen PDF, menelusuri video YouTube sesuai permintaan, menelepon toko, hingga mengingat informasi personal seperti nama hewan peliharaan pengguna. Ia tidak hanya menjawab, tapi juga bereaksi berdasarkan percakapan sebelumnya, menjadikannya asisten yang “hidup” dan terus belajar. (theverge.com)
Dalam demonstrasi di Google I/O 2025, ASTRA menunjukkan kemampuannya mengidentifikasi benda di lingkungan sekitar lewat kamera ponsel, memahami instruksi visual, dan memberikan saran atau penjelasan secara langsung. Pendekatan ini membuat ASTRA lebih dekat ke visi J.A.R.V.I.S dalam film Iron Man—AI yang mampu berpikir dan bertindak secara proaktif.
Dengan ASTRA, Google menetapkan standar baru dalam pengembangan asisten AI. Saat dunia bergerak menuju interaksi manusia-mesin yang lebih natural dan kontekstual, ASTRA bisa menjadi model bagaimana AI akan terintegrasi lebih dalam dalam kehidupan sehari-hari.