Gen Z Tinggalkan Kampus, Pilih Belajar Mandiri Lewat AI & YouTube

Tren global menunjukkan semakin banyak anak muda, khususnya Gen Z, yang memilih jalur belajar mandiri ketimbang mengejar gelar akademis formal. Dengan akses luas ke AI, YouTube, dan platform digital lainnya, pembelajaran kini lebih cepat, murah, dan praktis.

Menurut survei Harvard Business Review tahun 2024, 47% Gen Z di Amerika Serikat mengatakan lebih percaya belajar dari internet ketimbang kuliah. Faktor utama: fleksibilitas waktu, keterjangkauan biaya, dan akses langsung ke keahlian spesifik. Platform seperti Coursera, Khan Academy, ChatGPT, dan YouTube jadi pilihan utama untuk mengasah keterampilan tanpa terikat kurikulum kampus.

Namun, pertanyaan besar muncul: jika semua ilmu bisa diakses online, apa peran sekolah dan universitas di masa depan? Jawaban yang mencuat di kalangan pakar pendidikan bukan lagi soal akademik, tapi karakter.

“Sekolah harus menjadi ruang untuk melatih empati, etika, dan tanggung jawab sosial,” kata Prof. Andreas Schleicher, kepala OECD bidang pendidikan. “Di era AI, nilai manusia justru makin penting.”

Kekhawatiran akan “generasi pintar tanpa arah moral” mendorong banyak institusi untuk menyesuaikan pendekatan: menambahkan pelajaran etika digital, kerja sama tim, dan pengambilan keputusan etis dalam kurikulum mereka.

Masa depan pendidikan bukan hanya soal akses ke ilmu, tetapi juga soal siapa yang kita bentuk dari proses belajar itu. Sekolah dan universitas harus berevolusi dari tempat mentransfer pengetahuan menjadi ruang pembentukan nilai dan karakter manusia.

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Join The AI Lab Insider!

Get the latest AI insights, exclusive updates, and special invites straight to your inbox!
Pure inspiration, zero spam ✨