OpenAI resmi meluncurkan fitur memori otomatis di ChatGPT, memungkinkan chatbot ini mengingat informasi dari percakapan sebelumnya tanpa perlu instruksi manual. Langkah ini disebut sebagai evolusi penting dalam menjadikan AI lebih personal—namun juga memicu perdebatan soal privasi data pengguna.

Fitur ini mulai diluncurkan untuk pengguna berbayar: paket Plus ($20/bulan) dan Pro ($200/bulan). Pengguna versi Team, Enterprise, dan pendidikan akan menyusul dalam beberapa minggu ke depan. Belum ada kepastian kapan fitur ini tersedia untuk pengguna gratis.
Secara teknis, memori ChatGPT bekerja dengan mengenali informasi relevan dalam percakapan yang dinilai “berguna”. AI kemudian menyimpannya untuk memperkaya konteks dalam interaksi berikutnya. Contohnya, preferensi diet, pekerjaan, atau gaya komunikasi bisa menjadi bagian dari profil memori yang terbentuk.
Pengguna akan menerima notifikasi setiap kali memori diperbarui. Mereka juga dapat melihat, mengedit, atau menghapus informasi yang disimpan melalui pengaturan akun. Fitur memori juga bisa dinonaktifkan sepenuhnya jika pengguna menginginkannya.
Meski fitur ini membawa kenyamanan dan efisiensi, sejumlah pakar keamanan mengingatkan soal risiko penyimpanan data pribadi. Jake Williams, analis keamanan siber dari BreachQuest, mengatakan, “Transparansi dan kontrol adalah kunci. Pengguna harus tahu apa yang diingat dan bagaimana informasi itu digunakan.”
OpenAI sendiri menyatakan bahwa data dalam memori tidak akan digunakan untuk pelatihan model kecuali dengan izin eksplisit dari pengguna.