
Chief AI Scientist Meta, Yann LeCun, menyatakan bahwa kecerdasan buatan tidak akan menggantikan pekerjaan manusia secara langsung. Namun, mereka yang memanfaatkan AI kemungkinan besar akan menggantikan mereka yang tidak.
Dalam pernyataan publik terbarunya, Yann LeCun menekankan bahwa tantangan utama bukanlah AI itu sendiri, melainkan kemampuan individu untuk beradaptasi dengan teknologi ini. “AI tidak akan mengambil pekerjaan Anda. Tapi seseorang yang menggunakan AI mungkin akan,” ujar LeCun.
LeCun, yang juga merupakan salah satu pelopor deep learning, menyoroti pentingnya pembelajaran teknologi baru bagi tenaga kerja di berbagai sektor. Menurutnya, menguasai alat-alat berbasis AI dapat menjadi kunci untuk tetap relevan di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Komentar ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global soal otomatisasi dan dampaknya terhadap pasar kerja. Meski beberapa pekerjaan berisiko tergantikan, banyak ahli setuju bahwa AI lebih mungkin menciptakan jenis pekerjaan baru daripada sekadar menghapus yang lama.
“Yang paling penting adalah beradaptasi,” kata LeCun, menyarankan pekerja untuk mulai mengeksplorasi dan memahami potensi alat-alat AI seperti machine learning, pemrosesan bahasa alami, dan automasi cerdas.
LeCun menegaskan bahwa masa depan dunia kerja akan sangat ditentukan oleh kesiapan individu dalam merespons perubahan. “AI adalah alat. Seperti halnya komputer dan internet, mereka yang tahu cara menggunakannya akan melangkah lebih jauh.”