Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mampu membantu peternak menghitung jumlah angsa secara otomatis melalui kamera pengawas. Sistem ini mengandalkan computer vision untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan di sektor peternakan.
Melalui penerapan teknologi pengenalan gambar dan pelacakan objek, AI dapat mendeteksi pergerakan angsa dalam kandang, menghitung jumlahnya secara real-time, serta memberikan peringatan jika ada hewan yang keluar dari area pengawasan.
Inovasi ini mulai diadopsi oleh sejumlah peternakan unggas di Tiongkok dan Eropa, dan diprediksi bisa memberi dampak besar jika diterapkan lebih luas, termasuk di Indonesia. Dengan sistem otomatis ini, peternak dapat mengurangi ketergantungan pada pengawasan manual yang memakan waktu dan rentan kesalahan.
“AI memungkinkan pengelolaan peternakan lebih presisi dan efisien, terutama dalam skala besar,” ujar seorang pakar agritech dari Wageningen University, Belanda.
Teknologi serupa sebelumnya telah digunakan untuk memantau sapi, ayam, dan ikan. Kini, angsa pun masuk ke daftar hewan ternak yang bisa diawasi menggunakan sistem pintar. Selain membantu pencatatan jumlah ternak, sistem ini juga mendukung pemantauan kesehatan dan pola perilaku hewan secara otomatis.
Dengan kemajuan teknologi AI dan computer vision, sektor peternakan kini bertransformasi menuju otomatisasi yang lebih cerdas. Alih-alih menggantikan peran manusia, teknologi ini justru membuka peluang baru bagi peternak untuk fokus pada strategi dan inovasi.