Lebih dari 672.000 lab pelatihan Google Cloud telah diselesaikan oleh pengembang Indonesia sejak 2019 melalui program JuaraGCP. Target selanjutnya: 800.000 lab pada akhir 2026 — menjadikan negara ini sebagai pusat talenta AI di Asia.
- Berdasarkan pernyataan Google Cloud Indonesia pada Summit Jakarta 22 Mei 2025, program JuaraGCP telah menggandakan partisipasi sejak 2020, tumbuh dari 134.400 menjadi 672.000 lab di 280 kota dan kabupaten linkedin.com+12blog.google+12rri.co.id+12.
- Lebih dari 60% pelatihan dalam dua tahun terakhir fokus pada AI, mencakup penggunaan tools seperti Vertex AI dan Gemini Code Assist cloud.google.com+2blog.google+2antaranews.com+2.
- Google menargetkan minimal 800.000 lab pada akhir 2026, dengan dukungan 55 Google Developer Group, event Cloud Next Extended, DevFest, dan inisiatif Build with AI technode.global+4blog.google+4antaranews.com+4.
- Program juga membuka akses sertifikasi Generative AI Leader bagi peserta non-teknis, dengan kursus persiapan gratis linkedin.com+6cloud.google.com+6antaranews.com+6.
- Inisiatif serupa seperti Indonesia BerdAIa dan akselerator untuk 100 startup AI mendukung pengembangan solusi di sektor perbankan, pendidikan, kesehatan, serta UMKM blog.google+3technode.global+3crowdfundinsider.com+3.
Pencapaian 672.000 lab dan ambisi mencapai 800.000 pada 2026 menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya penonton revolusi AI, tapi juga pemain utama. Dengan pelatihan teknis yang kuat dan inklusif untuk non-teknis, negara kita siap mendefinisikan arah AI di Asia dan global.