Akhir Mei 2025, Hangzhou—China menjadi tuan rumah turnamen pertempuran robot humanoid pertama di dunia, menandai tonggak baru bagi teknologi robotik dengan aksi jab dan tendang di arena terbuka.
Acara ini, bagian dari World Robot Competition – Mecha Fighting Series yang digelar oleh China Media Group, menampilkan empat robot humanoid G1 dari Unitree Robotics yang dikendalikan secara real-time dalam pertandingan kickboxing tiga ronde masing-masing dua menit en.wikipedia.org+3antaranews.com+3finance.yahoo.com+3finance.yahoo.com+13vice.com+13asiatimes.com+13.
Robot setinggi 1,32 m dan berat 35 kg ini mampu melakukan pukulan, hook, tendangan samping, bahkan aerial spin kick berkat pelatihan menggunakan motion capture atlet profesional en.people.cn+1thetimes.co.uk+1. Skor diberikan berdasarkan pukulan dan tendangan—satu poin untuk pukulan ke kepala, tiga poin untuk tendangan—dengan penalti untuk kegagalan bangun dalam delapan detik dailynewsegypt.com.
Final diwarnai kemenangan robot “AI Strategist” yang dikendalikan Lu Xin, setelah berhasil knockout lawannya dalam tiga ronde news.cgtn.com+3dailynewsegypt.com+3facebook.com+3. Menurut penyelenggara, kompetisi ini tidak sekadar tontonan, tetapi ajang uji stres tinggi untuk meningkatkan stabilitas, koordinasi, dan kemampuan AI kontrol gerak robot di kondisi intens dailynewsegypt.com+4newsfilecorp.com+4robotics247.com+4.
China juga tengah mempersiapkan ajang sejenis di Shenzhen pada Desember dan menggelar gelaran olahraga humanoid pertama di Beijing Agustus mendatang globaltimes.cn. Tiap ajang bertujuan memacu inovasi di bidang perception, motion planning, dan embodied AI, mendukung pipeline talenta robotik newsfilecorp.com.
Pertarungan robot ini menunjukkan langkah nyata China dalam menggabungkan AI dan robotik untuk aplikasi dunia nyata—tidak hanya dalam industri, tetapi juga hiburan dan pengujian teknologi ekstrem. Turnamen ini membuka jalan bagi era “soldier & server,” di mana robot humanoid siap diuji bukan hanya di lab, tetapi di arena ring.