Google mengungkap Project Astra, prototipe asisten AI multimodal yang dirancang untuk menjadi tutor pribadi berbasis konteks. Diperkenalkan dalam ajang Google I/O 2025, Astra mampu memahami lingkungan sekitar, merespons secara proaktif, dan menyesuaikan gaya pengajaran sesuai preferensi pengguna.
Dikembangkan oleh Google DeepMind, Project Astra memanfaatkan teknologi Gemini 2.0 untuk menggabungkan penglihatan komputer, pemrosesan audio, dan memori jangka pendek. Hal ini memungkinkan Astra untuk mengenali objek, membaca teks, mendeteksi percakapan, dan memahami konteks secara real-time. Dengan memori visual hingga 10 menit, Astra dapat mempertahankan konteks percakapan dan interaksi sebelumnya, meningkatkan efektivitas dalam mendampingi proses belajar pengguna. axios.com+2linkedin.com+2blog.google+2
Salah satu fitur unggulan Astra adalah kemampuannya untuk berinteraksi secara proaktif. Misalnya, saat pengguna mengerjakan tugas, Astra dapat mendeteksi kesalahan dan memberikan koreksi tanpa diminta. Selain itu, Astra dapat mengakses berbagai layanan Google seperti Search, Gmail, dan Calendar untuk memberikan bantuan yang lebih kontekstual. theverge.com
Dalam konteks pendidikan, Astra bekerja sama dengan LearnLM, model AI yang dioptimalkan untuk pembelajaran. LearnLM memungkinkan Astra untuk memberikan penjelasan langkah demi langkah, menyesuaikan gaya pengajaran dengan preferensi pengguna, dan bahkan menghasilkan diagram atau visualisasi untuk membantu pemahaman konsep kompleks. medium.com+1arxiv.org+1
Meskipun masih dalam tahap prototipe dan belum tersedia untuk umum, Project Astra menunjukkan potensi besar dalam merevolusi cara kita belajar. Dengan kemampuan untuk memahami konteks, berinteraksi secara proaktif, dan menyesuaikan pendekatan pengajaran, Astra berpotensi menjadi pendamping belajar yang efektif dan adaptif di masa depan.