Prancis mengumumkan rencana ambisius untuk mengembangkan pasukan robot tempur yang siap dikerahkan pada tahun 2040. Proyek ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis dan Agence de l’Innovation de Défense (AID), dengan tujuan utama mendukung operasi militer melalui teknologi otonom tanpa menggantikan peran prajurit manusia.ActuIA

Program ini, dikenal sebagai DROIDE, merupakan inisiatif multi-tahun yang berfokus pada pengembangan platform robotik militer. Uji coba terbaru dilakukan di pangkalan militer dekat Paris, di mana robot dengan berbagai konfigurasi—beroda, berkaki, dan berantai—ditempatkan dalam skenario medan perang untuk menguji kemampuan mereka dalam navigasi, pengintaian, dan dukungan logistik .robotnews.therundown.ai
Jenderal Bruno Baratz, Komandan Program Tempur Masa Depan Angkatan Darat Prancis, menyatakan bahwa kemampuan robotik darat operasional dapat tersedia untuk unit garis depan dalam tiga tahun ke depan. Sementara itu, Jenderal Tony Maffeis, Kepala Bagian Teknis Angkatan Darat, menekankan bahwa sistem tak berawak sudah menunjukkan efektivitas dalam peran seperti pengintaian dan penjinakan bahan peledak .Reddit+5Interesting Engineering+5The Defense Post+5
Pengembangan ini dipengaruhi oleh pelajaran dari konflik di Ukraina, di mana drone dan sistem otonom telah mengubah dinamika peperangan modern. Prancis berencana untuk mengintegrasikan robot-robot ini dengan sistem drone udara untuk meningkatkan efektivitas operasi militer .Interesting Engineering
Dengan investasi besar dalam AI militer, drone canggih, dan robot tempur generasi baru, Prancis berupaya memimpin dalam transformasi digital pertahanan. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan kemitraan antara manusia dan mesin di medan perang, meningkatkan efisiensi operasional sambil mempertahankan kontrol manusia atas keputusan kritis.