Pemerintah China tengah merancang standar internasional untuk robot perawatan lansia. Inisiatif ini bertujuan memastikan teknologi robotika yang digunakan di sektor kesehatan lansia aman, inklusif, dan efektif.
Langkah ini dipimpin oleh lembaga nasional teknologi dan kesehatan China, dengan dukungan dari sejumlah universitas serta perusahaan robotika terkemuka. Standar yang sedang dikembangkan mencakup aspek keamanan, aksesibilitas, privasi data, hingga kecerdasan buatan yang berempati.
China memiliki salah satu populasi lansia terbesar di dunia, dengan lebih dari 280 juta warga berusia di atas 60 tahun. Kebutuhan akan solusi perawatan berkelanjutan mendorong negara tersebut menjadi pelopor dalam pengembangan robot asisten yang mampu membantu kegiatan sehari-hari seperti memberi obat, mendampingi konsultasi medis, hingga memberikan interaksi sosial.
“Tujuan kami bukan hanya efisiensi, tapi juga memastikan para lansia merasa dihargai dan didengar,” ujar perwakilan dari tim penyusun standar tersebut. Dalam pengembangannya, sistem robotik harus mampu mengenali emosi, memahami konteks percakapan, dan merespons secara empatik.
China juga mengusulkan agar standar ini diadopsi secara global melalui kerja sama dengan badan internasional seperti ISO (International Organization for Standardization). Pendekatan ini diharapkan menjadi pedoman internasional bagi negara lain yang menghadapi tantangan demografi serupa.
Dengan merancang standar global untuk robot perawatan lansia, China menunjukkan arah baru dalam integrasi teknologi dan kemanusiaan. Di masa depan, dukungan emosional dan medis bagi para lansia bisa datang bukan hanya dari keluarga, tapi juga dari robot cerdas yang dirancang dengan empati.