KFC meluncurkan iklan terbaru yang seluruhnya diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Hasilnya disebut “lebih renyah dari kulit ayamnya”, menandai pergeseran besar dalam industri periklanan digital.
Tanpa kamera mahal atau kru produksi besar, KFC bekerja sama dengan tim kreatif kecil yang mengandalkan berbagai alat AI visual dan audio untuk menghasilkan video komersial sinematik. Beberapa teknologi yang digunakan termasuk Runway, Pika, Kling, DeepMind Veo2, Luma Labs, dan Sora dari OpenAI. Untuk peningkatan kualitas gambar, tim menggunakan Topaz Labs, sementara musik latar dikomposisi oleh Suno AI.
Kampanye ini menunjukkan bagaimana alat AI generatif kini mampu menggantikan proses produksi iklan tradisional yang mahal dan kompleks. KFC menjadikan proyek ini lebih dari sekadar eksperimen—ini adalah pernyataan strategis tentang masa depan produksi konten.
“Yang menguasai industri ke depan adalah mereka yang paham narasi, dan bisa menggerakkan AI sebagai alat ekspresi,” ujar seorang kreator terlibat dalam proyek tersebut.
Dengan pendekatan ini, KFC menyampaikan pesan kuat: kreativitas ditambah AI adalah kunci masa depan industri kreatif. Proses produksi yang sebelumnya memerlukan anggaran besar dan tim berjumlah puluhan orang kini dapat dilakukan oleh sekelompok kecil profesional yang menguasai teknologi.
KFC membuktikan bahwa era baru periklanan telah dimulai—di mana imajinasi dan alat AI bisa menciptakan pengalaman visual yang memikat tanpa batasan teknis maupun biaya produksi konvensional.