Studi: AI GPT-4.5 Sukses Menipu 73% Orang Sebagai Manusia

Sebuah eksperimen dari University of California, San Diego menemukan bahwa model AI GPT-4.5 berhasil meyakinkan 73% partisipan bahwa ia adalah manusia. Temuan ini menyoroti kemampuan AI dalam menyamar secara linguistik dan sosial dalam percakapan online.

Eksperimen ini melibatkan percakapan singkat antara manusia dan AI, tanpa identitas awal yang diketahui. Hasilnya mengejutkan: AI lebih sering dikira manusia dibandingkan peserta manusia yang sebenarnya. Peneliti menggunakan GPT-4.5 yang diprogram dengan persona prompt, memungkinkan AI berbicara seperti teman, pengguna media sosial, bahkan pasangan virtual.

“Kami tidak menemukan bahwa AI ‘berpikir’ seperti manusia. Tapi ia sangat efektif dalam berpura-pura,” ujar tim peneliti dalam laporan mereka.

Kemampuan ini membuka berbagai kemungkinan penggunaan AI dalam konteks sosial: mulai dari layanan pelanggan, chatbot produktivitas, hingga pendamping virtual. Namun, potensi penyalahgunaan juga menjadi perhatian, terutama untuk manipulasi percakapan atau penyebaran informasi palsu.

Pengujian ini menandai pergeseran penting dalam interaksi manusia-mesin, di mana batas antara keduanya menjadi semakin kabur. Beberapa pakar menyarankan perlunya regulasi dan edukasi publik agar masyarakat tidak tertipu oleh entitas digital yang menyerupai manusia.

Meski belum mencapai kesadaran, AI kini cukup cerdas untuk menyamar sebagai manusia dalam percakapan kasual. Temuan ini mengingatkan bahwa keahlian menggunakan—dan memahami—AI akan menjadi kompetensi penting di era digital yang kian kompleks.

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Join The AI Lab Insider!

Get the latest AI insights, exclusive updates, and special invites straight to your inbox!
Pure inspiration, zero spam ✨